Elto: Perlu Sinergitas Mencegah Stunting

img

SAMARINDA- Stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama,  dan permasalahan  tersebut sudah menjadi perhatian serius oleh pemerintah khususnya di Provinsi Kaltim

Gubernur Kaltim H Isran Noor diwakili  Kepala  Biro Kesejahteraan Rakyat  (Kesra) Setdaprov Kaltim H Elto saat membuka seminar kesehatan  dalam rangka upaya pencegahan dan   percepatan penurunan stunting  di Kaltim  mengatakan,  Pemerintah  Provinsi Kaltim  sangat  serius  melakukan  mencegahan  dan penurunan   stunting, dengan berbagai kegiatan  baik yang dilakukan anggota TP PKK provinsi maupun kabupaten/kota  hingga tingkat desa , teramasuk bekerjasama dengan  lintas sektor.  

“Melalui seminar  kesehatan  ini, kita harapkan berbagai  masukan  terkait  upaya pencegahan stunting , yang  nantinya bisa ditindaklanjuti ataupun direkomendakasikan, sebagai langkah menurunkan kasus  stunting,” kata Elto.

Menurutnya Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan, dan beresiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif dikemudian hari.

“ Posyandu merupakan garda utama pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat. Sesuai dengan tujuan dibentuknya posyandu adalah untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pemberdayaan masyarakat, oleh karena itu Posyandu harus  bisa diaktifkan kembali,” kata Elto.

Ketua penyelenggara  Nurul Wahidah mengatakan kegiatan  seminar kesehatan ini dihadiri 250 peserta,  merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 , dengan tujuan  mewujudkan  derajat kesehatan masyarakat Kaltim,  yang tentunya  adanya dukungan  semua komponen bangsa, masyarakat, swasta  berperan serta dalam upaya kesehatan  dengan lebih memprioritaskan promotif dan preventif.

“Selain itu, masyarakat semakin mengerti arti penting prilaku dan lingkungan hidup sehat dengan Germas dan pentingnya deteksi dini untuk membantu pertumbuhan anak dan balitanya  dengan aktif ke Posyandu,” kata Nurul Wahidah.

Tampak hadir Ketua dan Wakil Ketua TP- PKK Provinsi Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor,  Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi, Plt Kepala  Dinas  Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak,beserta jajarannya, anggota TP PKK kabupaten/kota, pelajar dan mahasiswa, serta undangan lainnya.(mar/poskotakaltimnews.com)